Senin, 24 Oktober 2016

tugas sofskill BAB XIX (HUBUNGAN GERAKAN KOPERASI INDONESIA DENGAN GERAKAN OPERASI INTERNASIONAL

BAB XIX

HUBUNGAN GERAKAN KOPERASI INDONESIA DENGAN GERAKAN OPERASI INTERNASIONAL

Jika pada pertengahan abad ke XIX Gerakan Operasi itu baru tumbuh di benua Eropa terutama, lambat-laun ia tersebar meluas di benua-benua lain seperti Amerika, Asia dan Australia, dan akhirnya di Afrika. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa dewasa ini hamper di semua negri sudah ada Koperasi. Walaupun tingkat kemajuannya tidak sama, malahan sering mengalami kegagalan ditengah jalan, akan tetapi gerakan Koperasi maju terus. Kerja sama antar Koperasi dalam negeri, baik berdasarkan kesamaan jenis maupun tidak, semakin memperkuat kedudukan Koperasi sebagai suatu keseluruhan ; yang terbukti dengan berdirinya di masing- masing negri suatu kesatuan organisasi Koperasi tingkat nasional, yang merupakan puncak organisasi dari gerakan Koperasi guna menyuarakan aspirasi Koperasi dan mempertahankan semangat dan sendi dasar Koperasi baik kedalam maupun keluar.
Dengan demikian semakin terbinalah suatu gerakan Koperasi antar bangsa-bangsa guna tercapainya suatu tata kehidupan ekonomi berdasarkan sandi-sandi dasar Koperasi.

1.   INTERNASIONAL COOPERATIVE ALLIANCE [I.C.A.]
Pada Konggres Koperasi sedunia tahun 1895 di London dibentuklah suatu puncak organisasi Koperasi yang bersifat internasional untuk seluruh dunia, yang diberi nama INTERNASIONAL COOPERATIVE ALLIANCE, disingkat I.C.A para pendiri dari badan dunia ini ialah : Inggris, Australia, Belgia, Perancis, Jerman,, Negeri Belanda, Italia, Negeri Swiss dan Rumania, masing- masing diwakili oleh kesatuan organisasi Koperasi tingkat nasional. Melalui badan ini juga masing-masing anggota memainkan peranannya  dalam mempertahankan kepentingan Koperasi dan turut memajukan gerakan Koperasi di negeri- negeri yang bersangkutan baik di negeri-negeri maju maupun yang sedang berkembang. Juga melalui badan ini hubungan tata niaga dan pembiayaan serta permodalan Koperasi dipermudah melalui organisasi-organisasi Koperasi dalam berbagai negeri yang mengadakan kegiatan dalam tata-niaga besar-besaran, Pemasaran, produksi, perbankan dan perasuransian. Dan melalui badan  ini  juga disalurkan aspirasi-aspirasi yang  sungguh-sungguh dari gerakan Koperasi   guna diperjuangkan dalam siding-sidang dari badan-badan internasional lainnya dan Badan-badan Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. (UNO).

Tujuan menyeluruh dari I.C.A

Dalam pasal 1 Anggaran Dasar I.C.A disebutkan tujuan menyeluruh dari I.C.A sebagai berikut
:
I.C.A  melanjutkan  kerja  dari  para  pelopor  Rochdale  (“Rochdale  Pionerers”)  dan   sesuai
dengan prinsip-prinsipnya, berdaya upaya dengan kebebasan yang penuh dan dengan metoda- metodanya sendiri untuk menggantikan sistim mencari keuntungan semata-mata dengan sutu sistm Koperasi yang diorganisasi untuk kepentingan seluruh masyarakat dan berdasarkan saling bantu membantu.Tujuan yang demikian murninya hanya dapat dicapai malalui kagiatan- kegiatan yang memperluas dan memperkokoh ikatan yang mempersatu sistim Koperasi diseluruh dunia.

Keanggotaan I.C.A

I.C.A menerima sebagai anggota semua perkumpulan Koperasi dari semua jenis beserta pusat hingga induknya asal saja badan-badan ini “murni” dalam arti kata memenuhi ketentuan- ketentuan mengenai sendi-sendi dasar Koperasi.

Kongres merupakan kekuasaan tertinggi.


Sebagaimana halnya pada setiap Koperasi dimana rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi, maka pada I.C.A ini juga Kongres yang merupakan Rapat Anggota menjadi kekuasaan tertinggi, Kongres tersebut bersidang sekali dalam tiap 3 tahun, sedang negeri dimana kongres diadakan berganti secara bergulir.

Badan-badan administrative I.C.A.

Yang bertanggung jawab atas pelaksanaan keputusan-keputusan Kongres I.C.A ialah Dewan paripurna (Central Committee) yang juga mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan mengenai hal-hal penting lainnya atas tanggung jawabnya sendiri. Setiap puncak organisasi nasional Koperasi yang telah menjadi anggota I.C.A berhak duduk dalam Dewan Paripurna ini. Segera setelah setiap Kongres berakhir, Dewan peripurna bersidang untuk memilih presiden , 2 orang wakil presiden serta anggota-anggotanya Dewan Harian (Executive Committee), kesemuanya mempunyai masa jabatan sampai kongres yang akan datang. Dewan paripurna mengangkat (menetapkan) para tenaga inti dari I.C.A serta menetapkan pula tanggal diadakan kongres mendatang menetapkan Tertib Acaranya dan menyampaikan laporan mengenai semua hal  yang   dipertanggung   jawabkan  kepadanya,  kepada  Kongres. 

1.                      HUBUNGAN GERAKAN KOPERASI INDONESIA DENGAN GERAKAN KOPERASI LUAR NEGERI.
Dengan sengaja diatas ini dengan agak panjang lebar diuraikan tentang I.C.A.(International Cooperative   Alliance),   yang   merupakan   satu-satunya   puncak   organisasi   Koperasi tingkat internasional. Indonesia juga telah memasuki badan ini sejak tahun 1958 setelah Dewan Koperasi Indonesia dengan resmi diterima menjadi anggota I.C.A. Dengan demikian telah terbuka hubungan langsung dengan gerakan Koperasi diluar negeri dan sebagai anggota I.C.A. dengan sendirinya duduk dalam Dewan Pimpinan Paripurna (Central Committee) I.C.A. di London, dan menghadiri kongres-kongresnya sekali dalam 3 tahun. Dengan terbentuknya Kantor Regional I.C.A. di New Delhi, maka hubungan gerakan Koperasi Indonesia melalui DEKOPIN (lihat Bab, XVIII) dilakukan dengan kantor tersebut. DEKOPIN juga duduk sebagai anggota dalam Dewan Penasehat untuk kantor I.C.A. dan Pusat Pendidikan di New Delhi yang mengadakan sidangnya setiap tahun dengan berpindah-pindah tempat dari satu Negara kenegara lainnya. Sejak tahun 1971 DEKOPIN mengikuti siding tahunan tersebut berturut-turut di Australia (1971), Thailand (1972), di Jepang (1973), di Sri Langka (1974), di Filipina (1975),   di
Iran (1976), di Indonesia (1977), di Thailand (1978) dan di Malaysia (1979).

Juga dibidang perbankan telah dimulai merintis pembentukan suatu Bank Pembangunan Koperasi Asia (Asian Cooperative Development Bank, ACBD) sehingga dengan jalan demikian dapat digarap secara khusus masalah pembiayan dan keuangan serta perdagangan dengan luar negeri yang dapat menguntungkan gerakan Koperasi di daerah Asia Tenggara. DEKOPIN juga menghadiri pertemuan-pertemuan tingkat tinggi mengenai masalah Perkoperasian, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Jendral Koperasi dan atau Depertemen yang membina Perkoperasian. Diantara pertemuan-pertemuan tersebut ialah :
a.      Konperensi Tingkat Tinggi Pemimpin-pemimpin Koperasi Asia Asian Top level (Cooperative Leaders Conference) di Tokyo pada tahun 1973.
b.      Rapat para ahli Koperasi (Expert Consultancy Meeting) di Manila pada tahun 1975.
c.       Seminar    terbuka     tentang     manajemen     Koperasi    (Open    Seminar    on    Cooperative Management) di Bangkok tahun 1978.

Juga dibidang perbankan telah dimulai merintis pembentukan suatu Bank Pembangunan Koperasi Asia (Asian Cooperative Development Bank, ACBD) sehingga dengan jalan demikian dapat digarap secara khusus masalah pembiayan dan keuangan serta perdagangan dengan luar negeri yang dapat menguntungkan gerakan Koperasi di daerah Asia Tenggara. DEKOPIN juga menghadiri pertemuan-pertemuan tingkat tinggi mengenai masalah Perkoperasian, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Jendral Koperasi dan atau Depertemen yang membina Perkoperasian. Diantara pertemuan-pertemuan tersebut ialah :
d.      Konperensi Tingkat Tinggi Pemimpin-pemimpin Koperasi Asia Asian Top level (Cooperative Leaders Conference) di Tokyo pada tahun 1973.
e.      Rapat para ahli Koperasi (Expert Consultancy Meeting) di Manila pada tahun 1975.
f.        Seminar    terbuka     tentang     manajemen     Koperasi    (Open    Seminar    on    Cooperative Management) di Bangkok tahun 1978.


2.        HUBUNGAN DEKOPIN DENGAN KOPERASI-KOPERASI LUAR NEGRI

Jika pada bagian no. 2 khusus dikemukakan hubungan gerakan Koperasi Indonesia dengan gerakan Koperasi luar negri melalui ICA (puncak organisasi kesatuan Koperasi tingkat internasional) maka sekarang akan diuraikan hubungan DEKOPIN dengan Koperasi-koperasi luar negeri secara langsung. Tentunya kita harus mengakui bahwa hubungan langsung inipun sebenarnya sedikit banyaknya adalah akibat keanggotaan DEKOPIN di dalam ICA sehingga pertemuan langsung itu dapat dipermudah. Sebagaimana halnya hubungan dengan ICA, maka hubungan dengan Koperasi-Koperasi, atau puncak organisasinya di luar negri itupun tidak dapat dilepaskan dari kepentingan dari gerakan Koperasi nasional sendiri, terutama dalam usaha meningkatkan kemampuan Koperasi di Indonesia untuk mencapai tujuanny.

Dewan Koperasi India (National Cooperative Union of India) yang menawarkan kesenpatan mengikuti Latihan (training perkoperasian).
a.              Dewan Koperasi Amerika Serikat (Cooperative League of USA), menawarkan tenaga ahli, bantuan penyusunan project design; bantuan pengembangan beberapa jenis Koperasi, Untuk maksud ini dibuka Kantor Cabang Dewan Koperasi USA di Jakarta pada tahun 1977.
b.              Pusat Koperasi Swedia (Swedish Cooperative Center) yang bersedia mendidik tenaga-tenaga Indonesia terutama dibidang Koperasi Konsumsi.
c.               Koperasi Asuransi Malaysia, yang telah menyanggupi bantuan latihan dibidang Koperasi perasuransian di Kuala Lumpur.
Koperasi Asuransi Jepang, yang bersedia membantu tenaga Indonesia dalam pendidikan peransuransian.

1.        HUBUNGAN GERAKAN KOPERASI DENGAN BADAN-BADAN INTERNASIONAL.

Badan-badan internasional, khususnya yang merupakan cabang atau bagian dari perserikatan bangsa-bangsa (PBB) seperti ILO (International Labour Organization = Organisasi Buruh Internasional), FAO (Food an Agricultur Organiztion = Organisasi Bahan Makanan dan Pertanian) yang juga mempunyai Kantor cabangnya di Indonesia, tidak sedikit member bantuan kepada pengembangan Koperasi-Koperasi. Hal ini dilakukan dengan member kesempatan kepada  wakil-wakil  Koperasi  untuk  mengunjungi  negeri-negeri  lain  dimana  Koperasi    telah memperoleh kemajuan.


3.        ASEAN COOPERATIVE ORGANIZATION [AC0].

Atas prakasa Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) pda tahun 1977 (5 – 7 Desember) telah diselenggarakan Konperensi Pertama Koperasi Negara-Negara ASEAN di Jakarta, Konperensi tersebut telah berhasil mengambil dua keputusan penting, ialah :
Pertama : membuat pernyataan bersama wakil-wakil Gerakan Koperasi Negara-Negara ASEAN (Join declaration of Representatives of ASEAN Cooperative Movements) yang pada dasarnya sepakat untuk bersama-sama menumbuhkan dan mengembangkan saling pengertian dan kerja sama yang efektif antara gerakan Koperasi Negara-Negara ASEAN dan menbentuk landasan yang kuat bagi kegiatan-kegiatan bersama dan daya- upaya regional untuk mengembangkan perkoperasian.
Kedua : membentuk Organisasi Koperasi ASEAN ( ASEAN Cooperative Organization) disingkat ACO sebagai wadah untuk mengembangkan kerja sama antara gerakan Koperasi di Negara-Negara ASEAN, melalui kegiatan-kegiatan bersama dan perusahaan- perusahaan patungan meletakkan dasar-dasar hubungan kerja dan kerja sama regional dan internasional serta membantu tercapainya tujuan ASEAN seperti tercantum dalam BANGKOK DECLARATION 8 AGUSTUS 1967. Konstitusi ACO telah ditandatangani oleh Wakil gerakan KOperasi Indonesia, Malaysia, Pilipina, Singapura dan Thayland tanggal 6 Desember 1977 di Jakarta.

Keanggotaan ACO terdiri dari Koperasi-Koperasi tingkat Nasional dan Dewan Koperasi di masing-masing Negara ASEAN. Pimpinan ACO berada ditangan sebuah Dewan Pimpinan (ACO – COUNCIL) yang terdiri dari 3 unsur, yaitu :
a.              Presidium sebanyak 2 orang wakil gerakan Koperasi dari tiap Negara ASEAN, sejumlah 10 orang.
b.              Dewan Pejabat sebanyak 1 orang yang mewakili Departemen yang membawahi perkoperasian di masing-m,asing Negara ASEAN, sejumlah 5 orang.
c.               Seorang Sekretaris Jendral.
Presidium dan Dewan Pejabat dipilih tiap tahun dan Sekretaris Jendral untuk waktu 2 tahun. Berturut-turut selama 2 tahun pertama (1977/78 dan 1979) telah terpilih wakil DEKOPIN sebagai Ketua ACO-Counsil dan Sekretaris Jendral DEKOPIN sebagai Sekretari Jendral ACO. Dari akhir tahun 1977 hingga tahun 1979 telah tiga kali diadakan siding ACO-Counsil, masing-masing di Jakarta, Kuala Lumpur dan Manila dan dua kali diadakan di ACO Conference, masing-masing di Jakarta (1977) dan di Manila (1979). Perlu diketahui, bahwa siding ACO-Counsil hanya  dihadiri oleh presidium, Dewan Pejabat dan Sekretaris Jendral, sedang ACO-Conference mencakup ACo-Council beserta wakil-wakil dari Koperasi-Koperasi tingkat Nasional di Negara- negara ASEAN.




















PERTANYAAN – PERTANYAAN


1.      Apakah kepanjangan dari I.C.A. itu, dan apakah maksud dan tujuan Badan ini ?
Jawab:
INTERNASIONAL COOPERATIVE ALLIANCE [I.C.A.]. I.C.A ini merupakan satu-satunya top (puncak) organisasi gerakan Koperasi seluruh dunia yang secara khusus mengabdikan diri kepada pengembangan Koperasi di seluruh bagian dari dunia ini.
Tujuan menyeluruh dari I.C.A yaitu:
Dalam pasal 1 Anggaran Dasar I.C.A disebutkan tujuan menyeluruh dari I.C.A sebagai berikut:
I.C.A melanjutkan kerja dari para pelopor Rochdale (“Rochdale Pionerers”) dan sesuai dengan prinsip-prinsipnya, berdaya upaya dengan kebebasan yang penuh dan dengan metodametodanya sendiri untuk menggantikan sistim mencari keuntungan semata-mata dengan sutu sistem Koperasi yang diorganisasi untuk kepentingan seluruh masyarakat dan berdasarkan saling bantu membantu. Tujuan yang demikian murninya hanya dapat dicapai malalui kagiatankegiatan yang memperluas dan memperkokoh ikatan yang mempersatu sistim Koperasi diseluruh dunia.
2.      Sebutkan manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari hubungan keanggotaan DEKOPIN di dalam I.C.A. !
Jawab:
1.      Sebagai puncak organisasi koperasi tingkat Internasional dalam membina solidaritas koperasi di seluruh dunia.
2.      Untuk meningkatkan kemampuan organisasi, manajement, dan usaha koperasi di Indonesia.
3.      Diberi kesempatan dalam pendidikan dan pelatihan pengurus dan karyawan di negara-negara koperasi yang telah maju.
4.      Dan kesempatan usaha melalui kerja sama.
3.      Badan-badan Koperasi luar negeri di mana saja yang telah menyatakan kesediaannya untuk member bantuannya kepada DEKOPIN dan bantuan-bantuan apa saja yang telah disanggupi itu ?
Jawab:
Adapun Koperasi-Koperasi luar negeri yang menawarkan bantuannya melalui DEKOPIN yaitu:
1.      Dewan Koperasi India (National Cooperative Union of India) yang menawarkan kesenpatan mengikuti Latihan (training perkoperasian).
2.      Dewan Koperasi Amerika Serikat (Cooperative League of USA) yang menawarkan tenaga ahli, bantuan penyusunan project design, bantuan pengembangan beberapa jenis Koperasi, Untuk maksud ini dibuka Kantor Cabang Dewan Koperasi USA di Jakarta pada tahun 1977.
3.      Pusat Koperasi Swedia (Swedish Cooperative Center) yang bersedia mendidik tenaga-tenaga Indonesia terutama dibidang Koperasi Konsumsi.
4.      Koperasi Asuransi Malaysia, yang telah menyanggupi bantuan latihan dibidang Koperasi perasuransian di Kuala Lumpur.
5.      Koperasi Asuransi Jepang, yang bersedia membantu tenaga Indonesia dalam pendidikan peransuransian.

4.      Coba terangkan apa maksudnya hubungan DEKOPIN dengan Koperasi di luar negeri itu yang harus sesuai dengan politik bebas aktif Pemerintah Republik Indonesia !
Jawab:
Karena DEKOPIN sebagai puncak organisasi kesatuan Koperasi untuk Indonesia dengan mengadakan hubungan-hubungan dengan gerakan Koperasi luar negeri selain untuk memelihara solidaritas Koperasi antar bangsa sebagai guna meningkatkan, kemampunnya, serta keterampilannya untuk mencapai tujuannya demi kepentingan Nasional Indonesia.

5.      Apa sebabnya bantuan dari Koperasi-Koperasi luar negeri seharusnya dimanfaatkan guna menciptakan swdaya Koperasi sendiri dan bukan untuk memperbanyak ketergantungan kepada luar negeri ?
Jawab:
1.      Agar memberi kesempatan kepada  wakil-wakil  Koperasi  untuk  mengunjungi  negeri-negeri lain dimana Koperasi telah memperoleh kemajuan, sehingga dapat dipelajari lebih mendalam oleh yang  bersangkutan guna diterapkan dinegerinya jika sistim dan organisasi Koperasi diluar negeri lebih baik.
2.      Agar dapat kesempatan untuk menghadiri konperensi dan seminar secara teratur diberikan kepada Koperasi-Koperasi yang dapat mengajukan calon-calon yang dapat memenuhi syarat untuk itu, seperti umpamanya dasar pendidikan dan kemahiran menguasai bahasa inggris.

6.      Apakah kepanjangan dari ACO itu, dan apakah maksud dan tujuannya ?
Jawab:
Kepanjanganya yaitu ASEAN COOPERATIVE ORGANIZATION (ASEAN Koperasi Organisasi). Maksud dan tujuanya yaitu:
1.      Membuat pernyataan bersama wakil-wakil Gerakan Koperasi Negara-Negara ASEAN
Tujuan: pada dasarnya sepakat untuk bersama-sama menumbuhkan dan mengembangkan saling pengertian dan kerja sama yang efektif antara gerakan Koperasi Negara-Negara ASEAN dan menbentuk landasan yang kuat bagi kegiatan-kegiatan bersama dan daya- upaya regional untuk mengembangkan perkoperasian.
2.      Membentuk Organisasi Koperasi ASEAN (ACO)
Tujuan: sebagai wadah untuk mengembangkan kerja sama antara gerakan Koperasi di Negara-Negara ASEAN, melalui kegiatan-kegiatan bersama dan perusahaan- perusahaan patungan meletakkan dasar-dasar hubungan kerja dan kerja sama regional dan internasional serta membantu tercapainya tujuan ASEAN.







Kamis, 07 Mei 2015

TUGAS PKTI 2C


1 YANG TABEL
<HTML>
<BODY>
<H1>Pengisian Pemilihan Game</H1><HR>
<FORM>
<TABLE border="1">
<TR>
<TD>
<TABLE>
<TR>
<TD>Nama</TD>
<TD><INPUT type="text" name="nama"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Alamat</TD>
<TD><INPUT type="text" name="nama"></TD>
</TR>
<TR>
<TD>Jenis Kelamin</TD>
<TD>
<INPUT type="radio" name="LAKI" value=1>Laki-laki<br>
<INPUT type="radio" name="CW" value=1>Perempuan
</TD>
</TR>
<TR>
<TD><P>Jenis Game<BR></TD>
<TD>
<SELECT NAME="Game">
<OPTION value="Adventure">Adventure
<OPTION value="Racing">Racing
<OPTION value="Cooking">Cooking
</SELECT>
</TD>
</TR>
<TR>
<TD><P>Pemberian komentar<BR>
<TEXTAREA ROWS=5 COLS=30>Please klik here!</TEXTAREA>
</P></TD>
</TR>
<TR>
<TD>
<INPUT type="RESET" name="Clear" value="Clear">
</TD>
<TD>
<INPUT type="SUBMIT" name="Insert" value="Register">
</TD>
</TR>
</TABLE>
</TD>
</TR>
</TABLE>
</FORM>
</BODY>
</HTML>
2. YANG FORM

<HTML>
<BODY>
<H1>Menu Rumah makan</H3><HR>
<FORM>
<H4>Nasi:</H4>
<UL>
<LI>Nasi Putih</LI>
<LI>Nasi Uduk</LI>
</UL>
<H4>Lauk Sayuran:</H4>
<UL TYPE="disc">
<LI>Capcay</LI>
<LI>cah Kangkung</LI>
<LI>Sayur Bayem</LI>
</UL>
<H4>Lauk Daging:</H4>
<UL TYPE="circle">
<LI>Ayam Goreng</LI>
<LI>Ayam Bakar</LI>
<LI>Ikan Goreng</LI>
<LI>Ikan Bakar</LI>
</UL>
<H4>Minuman:</H4>
<UL TYPE="disc">
<LI>ES Teh Manis</LI>
<LI>Air Putih</LI>
<LI>Aneka Juice</LI>
</UL>
</BODY>
</HTML>


3 YANF FRAME

<HTML>
<FRAMESET COLS="25%,50%,25%">
<FRAME SRC="Group.html">
<FRAME SRC="Game.html">
<FRAME SRC="RM.html">
</FRAMESET>
</HTML>


Kamis, 26 Maret 2015

Tugas Soal Pkti 2 c Tentang E-mail.

1. Jelaskan mengenai E-mail ?

2. Sebutkan keuntungan dan kerugian e-mail ?

3. Jelaskan protokol yang digunakan dalam email ?

4. Apa yang dimaksud dengan mailing list ?

5. Tulisakn dan tampilkan langkah-langkah penggunaan e-mail dengan outbox express ?

Jawab.

1. E-mail adalah surat dalam bentuk elektronik. E-mail merupakan salah satu fasilitas atau aplikasi internet yang paling banyak digunakan dalam hal surat-menyurat.

2. Keuntungan:
  • Cepat (sangat cepat) karena hanya perlu beberapa menit (ketik dan send)
  • Mudah (karena kita cukup mengetik di komputer)
  • Multiplesend (dapat mengirim kebeberapa orang sekaligus)
  • Dapat mengirim file (attactment seperti file DOC, Excel, Mp3, Gambar, Video, dll
  • Kapan saja dan dimana saja (tidak ada perbedaan lokasi dan waktu)
  • Biaya lebih murah karena internet sekarang sudah mulai agak murah di Indonesia 

     Kerugian :
  •  Harus online (connect ke internet) 
  •  Text dan gambar only yang dapat di kirim (tidak bisa kirim paket atau barang) 
  •  Tidak connect internet dan check maka kita tidak akan tahu kita kirim sudah di balas atau belum
  • Harus inget username dan password
  •  Ladang virus juga bagi yang tidak mengerti

3.  Protokol yang di gunakan dalam E-mail :

  •   POP3 (Post Office Protocol) fungsinya untuk mengelola email  yang disimpan di POP3 server lalu dapat diambil dan diteruskan ke client atau dihapus atau tidak di hapus ke client.
  • SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) fungsinya untuk mengkoneksikan dengan cara mengirimkan pesan dari suatu server ke server  lain (tujuan).
  • IMAP (Internet Mail Application Protocol) fungsinya untuk mengelola email yang disimpan di server, kemudian email tersebut diambil oleh client, selain itu IMAP juga meneruskan paket data.

4. Mailing List : sebuah fasilitas disunia maya yang mungkin sekarang ini banyak digunakan oleh sebagian masyarakat pengguna internet.



5. Langkah-langkah seting  Outlook Express:
  1. Pertama, silahkan Anda membuka Outlook Express. Jika Anda membuka Outlook Express untuk pertama kalinya, Anda akan langsung masuk ke langkah 4 yakni wizard.
  2. Kemudian masuk ke menu Tools – Accounts…
    oe-tools-accounts
  3. Setelah muncul dialog baru, klik pada Add – Mail…
    oe-internet-accounts
  4. Kemudian akan tampil window baru bertuliskan Internet Connection Wizard. Di sini Anda bisa menuliskan nama yang akan tampil dalam email yang Anda kirimkan. Dalam contoh ini kami menggunakan nama Slamet Raharjo.
    oe_08102009_001603
    Setelah selesai, klik pada tombol Next.
  5. Selanjutnya akan muncul window baru, di sini Anda diminta untuk menuliskan alamat email yang akan digunakan. Dalam contoh kami menggunakan alamat email slametraharjo@namadomain.com. Tentu saja alamat ini harus Anda ubah sesuai alamat email Anda, misalnya sales@tokopesawat.com.
    oe_08102009_001630
    Klik Next begitu Anda selesai menuliskan alamat email.
  6. Tampilan berikutnya adalah seting server email, meliputi Incoming Mail (POP3) maupun Outgoing Mail (SMTP). Di Rumahweb, seting untuk server POP3 dan SMTP ini adalah nama domain Anda (tanpa tambahan pop dan smtp di depan nama domain).
    oe_08102009_001648
  7. Setelah Anda klik Next pada langkah nomer 6 di atas, akan muncul window baru yang menanyakan username dan password email Anda.
    oe_08102009_001712
    Pada Account name, isikan alamat email Anda dengan lengkap (termasuk nama domain). Lalu untuk password, diisi sesuai dengan password ketika Anda membuat email account dari Cpanel bukan password Cpanel.
  8. Setelah itu tinggal klik Next, dan Finish.
  9. Saat ini Outlook Express telah dikonfigurasi dengan baik. Tetapi masih ada satu langkah lagi untuk menjamin email Anda bisa terkirim, yaitu SMTP Authentication. Caranya adalah klik Tools – Accounts… seperti pada langkah pertama sehingga muncul window sebagai berikut:
    oe-properties
    Masuk ke tab Mail, pilih account email yang digunakan dan klik Properties.
  10. Selanjutnya akan muncul tampilan sebagai berikut:
    oe-smtp-auth
    Masuk ke tab Servers, lalu pada bagian bawah (Outgoing Mail server) jangan lupa untuk mencontreng My server requires authentication.
  11. Seting Outlook Express telah selesai, sekarang Anda bisa mencoba mengirim dan menerima email.
Setelah semua langkah di atas Anda ikuti dengan benar tetapi email Anda belum bisa terkirim, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Simak artikel tentang penyebab e-mail tidak dapat terkirim dari outlook. Didalamnya juga akan membahas cara analisisnya penyebab tidak terkirimnya e-mail dan pemecahannya.